Jumat, 14 September 2012

Kuliah Metodo Penelitian Bimbingan dan Konseling


Gedung E FKIP UNS, Surakarta
27 Maret 2012
Kuliah Metode Penelitian Bimbingan dan Konseling 

Penelitian pada hakekatnya adalah cara atau pendekatan ilmiah yang dibangun diatas teori tertentu untuk memperoleh kebenaran ilmiah, yaitu pengetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan. (Dr. Sutarno, M.Pd)
Ada beberapa jenis penelitian sesuai dengan dasar pengelompokan atau pengklarifikasian. Jenis- jenis penelitian yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Penelitian Dasar dan Penelitian Terapan
Penelitian dasar juga disebut penelitian murni, ditinjau dari tujuannya penelitian dasar adalah penelitian untuk menemukan generalisasi- generaisasi atau prinsip- prinsip dalam rangka mengembangkan teori ilmu pengetahuan. Sedangkan penelitian terapan adalah penelitian untuk menemukan hasil penelitian yang berkenaan dengan aplikasi konsep teoritis tertentu dalam angka perbaikan suatu proses atau hasil tertentu dengan jalan menguji konsep teoritis dalam meghadapi permasalahan nyata.

2. Penelitian aksi atau penelitian tindakan/ operasional
Penelitian ini memfokuskan pada hal- hal yang bersifat aplikatif untuk keperluan perbaikan praktek- praktek pendidikan, hukum, ekonomi, politik, konseling dan sejenisnya.



3. Penelitian Evaluasi
Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan untuk menghailkan kesimpulan tentang sesuatu proses kerja, hasil kerja atau proses dan hasil kerja yang mengarah kepada pemberian rekomendasi dan pengambilan keputusan atau kebijakan- kebijakan tertentu berkenaan dengan proses dan atau hasil kerja.

4. Penelitian Deskriptif, Eksperimen, Kausal Komparatif, dan Historis
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan, memberikan dan menafsirkan peristiwa atau situasi yang terjadi saat sekarang/ penelitian berlangsung untuk keperluan saat sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah medeskripsikan gejala atau peristiwa- peristiwa yang menjadi sasaran penelitian, yaitu:
a. Memperoleh informasi tentang status gejala atau peristiwa saat penelitian
b. Menetapkan sifat atau situasi saat penelitian.
Dalam penelitian deskriptif ini, ada beberapa jenis pelaksanaan penelitian, antara lain:
a. Studi Kasus → Analisis terhadap suatu kasus secara integrative dan komprehensif. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menjawab mengapa individu melakukan sesuatu dan menjawab bagaiman perilaku itu berubah. Kegunaan dari studi kasus ini adalah menghasilkan hipotesis dismaping juga menghasilkan kesimpulan dari kasus. Kelemahan dari studi kasus ini yaitu, kedalamannya tidak punya keluasan dan kasus individu bukan merupakan kasus populasi.

b. Survey→ melihat secara sekilas atau menegnal secara umum/ global. Tujuan survey adalah mengumpulkan data secara terbatas dari kasus- kasus yang relative banyak dan mengukur informasi tentang apa yang ada bukan sampai pada mengapa.
Jika survey dilakukan untuk semua populasi, maka dinamakan sensus. Tertuju pada hal- hal yang nyata sedangkan survey untuk sebagian populasi disebut survey sampael. Kegunaan survey, yaitu:
(1). melukiskan kondisi atau gejala atau peristiwa yang ada
(2). Memperoleh informasi tentanghubungan antar gejala atau peristiwa
(3). Membandingkan kondisi dan criteria

c. Studi Perbandingan→ studi ini juga termasuk dalam studi deskriptif. Digunakan untuk meneliti sifat- sifat setiap tahapan perkembangan individu, meneliti perbedaan dan perkembangan individu. Jenis dari studi perkembangan ini yaitu, Longitudinal (mendalam, waktu panjang, meneliti subyek yang sama dengan jangka waktu tertentu) dan crossexional (waktu pendek, subyek dari berbagai tingkat).
Penelitian eksperimen adalah penelitian untuk menerangkan hubungan sebab- akibat antar variable sebab dan variable akibat yang dilakukan peneliti dengan memanipulasi dan mengendalikan satu atau lebih variable sebab (bebas), selanjutnya mengamati akibat yang terjadi atas variable yang dimanipulasi dan dikendalikan itu.
Penelitian kausal komparatif atau ex post facto, yaitu penelitian sejenis penelitian eksperimen, namun peneliti tidak secara langsung mengendalikan variable sebab (bebas), mengamati akibat yang terjadi saat sekarang dan menelusuri factor- factor yang menjadi penyebabnya.
Penelitian historis, yaitu penelitian yang bertujuan menerangkan peristiwa atau keadaan yang terjadi pada masa yang telah lalu untuk menemukan generalisasi yang berguna untuk menjelaskan keadaan masa lampau, masa kini, dan dalam batas- batas tertentu masa yang akan datang. Penelitian ini historis ini diarahkan untuk menetapkan atau menyimpulkan hal yang telah lampau. Sebagai contohnya bidang studi sejarah. Sumber dari penelitian historis ini adalah pelaku atau peninggalan sejarah. Hambatan untuk melakukan penelitian historis ini terdapat pada masalah pengukuran terkait dengan sampel- sampel pengukuran yang tidak representative dan dipengaruhi oleh pandangan subek- subyek sampel. Untuk mengatasi masalah itu, maka peneliti harus membaca bibliografi yang banyak dan ada konsekuensinya dengan masalah penelitian. Metode penelitiannya disebut metode penelitian historis dan teknik pengumpulan datanya biasanya dengan documenter dan dilengkapi wawancara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar