Label
- Tentang Kuliah dan BK (13)
- Tempat melalangbuana (5)
- Catatanku (4)
- Tausyiah (3)
- PENGETAHUAN UMUM (2)
- LAGU (1)
Sabtu, 01 Desember 2012
Traits- Factor
Tokoh traits and factor: E. G Williamson, J. G Barley, Donald G. Peterson, Thurstone, Eyesenk, dan Cattel
Konsep Dasar Traits- Factor
Konsep dasar dari teknik konseling traits- factor yaitu memandang bahwa:
1) Manusia dilahirkan dengan potensi baik dan buruk,
2) Perkembangan manusia dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan,
3) Perilaku manusia terjadi menurut hukum tertentu yang dapat dimengerti melalui hubungan antara faktor dan sifat seseorang,
4) Perilaku seseorang ditentukan oleh system, struktur dan faktor-faktor psikologis baik yang bersifat khusus dan bersifat umum,
5) Individu adalah kesatuan yang memiliki berbagai po¬tensi,
6) Kepribadian dan minat individu mempunyai korelasi dengan perilaku tertentu,
7) Individu yang akan belajar lebih mudah dan efektif bila potensi dan bakatnya kongruen dengan tuntutan kurikulum,
8) Individu memiliki kemampuan berusaha mengatur, memelihara, mengembangkan dirinya untuk mencapai kepuasan, dan
9) Keberhasilan pendidikan mempunyai korelasi dengan potensi siswa.
Tujuan Konseling Traits- Factor
Adapun tujuan dari konseling menggunakan teknik traits- factor adalah:
1) Membantu klien belajar membuat keputusan- keputusan,
2) Membantu klien memecahkan problem- problemnya,
3) Memberi kemudahan klien dalam proses perkembangan hidupnya, dan
4) Membantu klien memperoleh pemahaman diri tentang diri klien.
Peran Konselor dalam Teknik Traits- Factor
Peranan konselor dalam proses konseling menggunakan teknik traits- factor yaitu:
1) Konselor menguatkan perasaan kemampuan diri klien,
2) Konselor bisa menghilangkan kecemasan klien terutama tentang masa depannya,
3) Konselor sebagai mediator keputusan klien. Namun keputusan terakhir terdapat pada diri klien, konselor hanya memberikan fasilitas-fasilitas kemudahan,
4) Konselor melayani klien dengan penuh keaktifan se¬cara partisipan, dan
5) Konselor membandingkan keadaan klien sebelum dan sesudah proses konseling.
Proses Konseling Traits- Factor
Proses konseling menggunakan teknik traits- factor adalah:
1). Analisis, adalah mengumpulkan informasi– informasi yang berkaitan tentang diri siswa yang bermasalah atau klien.
2). Sintesis, adalah mensintesa atau mengelompokkan informasi – informasi sehingga semakin jelas dan mudah dimengerti bakik oleh praktikan maupun oleh siswa atau klien.
3). Diagnosis, adalah menentukan masalah beserta latar belakang masalah.
4). Prognosis, adalah mencari berbagai alternatif jalan keluar untuk memecahkan masalah siswa atau klien.
5). Threatment, adalah menentukan jalan keluar masalah yang paling tepat sesuai dengan latar belakang masalah.
Tujuan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Tujuan diselenggarakan program bimbingan dan konseling kepada siswa dari semua tingkatan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama adalah membantu membangun kemandirian peserta didik dengan berkembangnya potensi, bakat, minat, serta menerima keunikan diri bagi kebahagiaan hidupnya. Dalam kaitan ini, Bimbingan dan Konseling membantu individu untuk menjadi pribadi yang berguna dalam kehidupannya yang memiliki berbagai wawasan, pandangan, interpretasi, pilihan, penyesuaian, dan ketrampilan yang tepat berkenaan dengan diri sendiri dan lingkungannya. Pribadi yang mandiri yang memiliki kemampuan untuk memahami diri sendiri dan lingkungannya secara tepat dan objektif, menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, dan mengarahkan diri sendiri sesuai dengan keputusan yang diambil sehingga mampu mewujudkan pribadi secara optimal.
Adapun tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran tujuan umum tersebut yang dikaitkan langsung dengan permasalahan masing- masing siswa. Setiap siswa mempunyai masalah yang berbeda ssehingga tujuan khusus bimbingan dan konseling masing- masing siswa berbeda dengan siswa yang lain.
(Buku Dasar- Dasar Bimbingan dan Konseling- Prof. Dr. Prayitno dan Drs. Erman Anti)
Jumat, 02 November 2012
Pernikahan adalah masa depan anak
(“Ku” dalam judul tersebut bukan hanya penulis namun umum. )
Dari praktek pengalaman lapangan di sekolah menjadi seorang Guru BK atau konselor sekolah, saya bisa menjadi lebih tau bahwa keluarga itu adalah hal yang sangat penting peranannya dalam pembentukan karakter dan masa depan anak. Sebagian besar siswa yang menunjukan perilaku menyimpang, seperti misalnya ramai di kelas, mengganggu teman, suka berkelahi, berbohong, suka membolos, dan masalah- masalah lain, ternyata sebagain besar faktornya adalah karena keadaan keluarga mereka.
Keluarga yang hubungan diantara anggota keluarganya kurang bahkan tidak harmonis, akan membawa dampak buruk bagi perkembangan anak. Sebagai contoh kasusnya, anak yang berasal dari keluarga broken home, dia (siswa putri) sering berbuat ramai di kelas, tidak memperhatikan pelajaran, bahkan sering berkelahi, suka berbohong, berani dan menyepelekan guru. Latar belakang keluarga siswi tersebut adalah kelurga broken home. Kedua orangtuanya bercerai karena si ayah menikah lagi dengan perempuan lain tanpa sepengetahuan ibu dan anggota keluarga yang lain. Bahkan si ayah dengan istri barunya sudah tinggal serumah di rumah yang berbeda dengan siswi tersebut. Tragisnya, ketika si ibu menemui ayahnya untuk membuktikan apakah si ayah menikah lagi, si ibu mengajak dirinya (siswa putri bermasalah tersebut) beserta adik- adiknya. Menurut pandangan saya, hal tersebut juga akan menambah sakit batin pada diri anak yang mengakibatkan anak menjadi menyimpang dan sangat berpengaruh terhadap masa depan anak, baik itu masa depan karier, kepribadiannya, maupun masa depan hubungan dengan pasangannya kelak. Siswi tersebut hidup di dalam keluarga yang tidak harmonis.
Selasa, 30 Oktober 2012
TNI dan POLRI
1. TNI- ANGKATAN DARAT (TNI AD)
TNI Angkatan Darat mempunyai motto: Kartika Eka Paksi, yang artinya kekuatan, kesatuan, dan kesetiaan. Lambang TNI AD terdapat elemen- elemen berupa bintang, burung garuda, perissai, bulu sayap, dan bulu ekor.
Bintang melambangkan cita- cita yang tinggi dalam ketentaraan.
Burung garuda melambangkan jiwa ksatria, gagah perkasa, dan pemberani.
Perisai berwarna merah putih merupakan warna bendera Republik Indonesia yang melukisakan jiwa dan semangat kebangsaan.
Bulu sayap yang masing- masing berjumlah 10 helai menunjukkan bulan Oktober sebagai bulan kelahiran tentara Republik Indonesia.
Sedangkan bulu ekor berjumlah 7 helai menunjukkan tujuh perilaku keprajuritan yang tertuang dalam Saptamarga.
2. TNI- Angkatan Laut (TNI- AL)
TNI Angkatan Laut mempunyai motto: Jales Viva Jaya Mahe, yang artinya dilaut kita jaya. Pada lambing TNI- AL terdapat elemen- elemen berupa garuda pancasila, jangkar, rantai, padi dan kapas.
Garuda Pancasila merupakan falsafah Negara RI yang harus dijunjung tinggi prajurit AL.
Jangkar merupakan lukisan semangat bahari dan kecintaan kepada seluruh nusantara.
Rantai pada jangkar melukiskan semangat persatuan dan kesatuan seluruh gugusan pulau di nusantara.
Padi dan kapas melambangkan cita- cita kemakmuran bangsa Indonesia.
3. TNI- Angkatan Udara (TNI- AU)
TNI Angkatan Udara mempunyai motto: Swa Buwana Paksa, yang artinya sayap tanah air. Pada lambing TNI AU terdapat elemen- elemen sayap yang mengembang, anak panah dalam cengkeraman, perisai, padi, dan, kapas.
Sayap garuda yang siap terbang melukiskan kesiasiagaan TNI AU untuk melindungi tanah air.
Anak panah dalam cengkeraman garuda yang melukisakan TNI AU selalu siap mengusir musuh- musuhnya yang mengganggu.
Perisai yang didalmnya terlukis peta wilayah Indonesia merupakan wilayah yang terus dijaga dan dilindungi.
Biji kapas berjumlah 8 butir melambangkan bulan kemerdekaan.
Butir padi yang berjumlah 45 melambangkan tahun kemerdekaan.
Rabu, 10 Oktober 2012
Rabu, 10 0ktober 2012
Pengalaman pertama mengawas sebagai calon guru dalam praktek lapangan, rasanya jadi tau dulu itu ternyata seperti ini. Rasa- rasanya tidak ada yang berubah dari dulu sampai sekarang. Bingung, lupa dan nggak tau jawaban soal yang diberika itu bagaikan suatu tradisi turun menurun dari dulu. Tingkahnya pun sama seperti dulu, tidak ada yang berubah.
Ada- ada saja tingkah mencurigakan murid saat mengerjakan soal ujian yang diberika, ya,,, itulah anak. Ada yang tolah- toleh ke kanan ke kiri kedepan juga ke belakang, ada yang ngglongsor lesu di meja, ada yang mencari- cari kesempatan dengan pura- pura berfikir, ada yang nambah kertas corat coratan padahal jelas- jelas belum mengerjakan, ada yang ijin kebelakang, bahkan ada juga yang ditanya guru "kenapa kok menghadap ke belakang?" dengan lugunya dijawab, "pegel bu menghadap ke depan terus". weehh,, itulah murid dengan berbagai karateristiknya. Yang lebih parah lagi, murid dikeluarkan karena memberikan contekan kepada temannya, dengan alasan, dia kasihan dengan temannya jika nilainya jelek. Ya maklum, dia termasuk anak yang pintar di kelasnya. Nah, itulah anak.
Terkait dengan hal itu tadi, saya jadi berpikir jika Guru itu adalah profesi yang luar luar biasa hebatnya. Tau kenapa? Guru bisa membuat anak dari tidak bia menjadi bisa, membuat anak tidak tau menjadi tau, dan membuat anak tidak berakhlak menjadi berakhlak. Guru itu pekerjaan mulia. Mengabdi demi kebaikan orang. Guru juga harus sabar dan otomatis, menurut saya, selama menjadi guru, seseorang yang kurang sabar, pasti lama- kelamaan akan menjadi penyabar. Sabar mengajar dan mendidik anak muridnya. Dan yang paling bisa diambil pada hari itu, ternyata guru juga harus mempunyai suara yang keras, lantang, agar bisa menguasai kelas, dapat mengkondisikan kelas. Guru tentunya juga harus mempunyai wibawa. Bisa ditampilkan dari penampilannya, tutur kata, maupun tingkah lakunya. Beruntunglah Anda yang memilih profesi sebagai GURU.
Untuk para Guru dan calon Guru, salam semangat dan semangat.
Selalu sabar dan telaten menghadapi berbagai keunikan dari para murid- murid. Yang paling penting, kita harus sabar jika murid kita lama untuk bisa mengerti pelajaran yang kita berikan. Kita harus telaten demi generasi yang cerdas dan tentunya berkarakter mulia.
Kita tampilkan suatu tingkah laku yang patut untuk dicontoh, karena kita teladan bagi mereka. Kita kekang dan buang jauh- jauh hal yang buruk untuk kebaikan kita dan anak didik kita.
Kedekatan dengan murid itu penting tapi tetap jaga wibawa di depan murid- murid.
Salam semangat ^_^
Ada- ada saja tingkah mencurigakan murid saat mengerjakan soal ujian yang diberika, ya,,, itulah anak. Ada yang tolah- toleh ke kanan ke kiri kedepan juga ke belakang, ada yang ngglongsor lesu di meja, ada yang mencari- cari kesempatan dengan pura- pura berfikir, ada yang nambah kertas corat coratan padahal jelas- jelas belum mengerjakan, ada yang ijin kebelakang, bahkan ada juga yang ditanya guru "kenapa kok menghadap ke belakang?" dengan lugunya dijawab, "pegel bu menghadap ke depan terus". weehh,, itulah murid dengan berbagai karateristiknya. Yang lebih parah lagi, murid dikeluarkan karena memberikan contekan kepada temannya, dengan alasan, dia kasihan dengan temannya jika nilainya jelek. Ya maklum, dia termasuk anak yang pintar di kelasnya. Nah, itulah anak.
Terkait dengan hal itu tadi, saya jadi berpikir jika Guru itu adalah profesi yang luar luar biasa hebatnya. Tau kenapa? Guru bisa membuat anak dari tidak bia menjadi bisa, membuat anak tidak tau menjadi tau, dan membuat anak tidak berakhlak menjadi berakhlak. Guru itu pekerjaan mulia. Mengabdi demi kebaikan orang. Guru juga harus sabar dan otomatis, menurut saya, selama menjadi guru, seseorang yang kurang sabar, pasti lama- kelamaan akan menjadi penyabar. Sabar mengajar dan mendidik anak muridnya. Dan yang paling bisa diambil pada hari itu, ternyata guru juga harus mempunyai suara yang keras, lantang, agar bisa menguasai kelas, dapat mengkondisikan kelas. Guru tentunya juga harus mempunyai wibawa. Bisa ditampilkan dari penampilannya, tutur kata, maupun tingkah lakunya. Beruntunglah Anda yang memilih profesi sebagai GURU.
Untuk para Guru dan calon Guru, salam semangat dan semangat.
Selalu sabar dan telaten menghadapi berbagai keunikan dari para murid- murid. Yang paling penting, kita harus sabar jika murid kita lama untuk bisa mengerti pelajaran yang kita berikan. Kita harus telaten demi generasi yang cerdas dan tentunya berkarakter mulia.
Kita tampilkan suatu tingkah laku yang patut untuk dicontoh, karena kita teladan bagi mereka. Kita kekang dan buang jauh- jauh hal yang buruk untuk kebaikan kita dan anak didik kita.
Kedekatan dengan murid itu penting tapi tetap jaga wibawa di depan murid- murid.
Salam semangat ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)
